Nganjuk

Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi Digital, Kemenkominfo dan Muslimah Nganjuk Gelar Diskusi Literasi Digital

Diterbitkan

-

Ajak Masyarakat Manfaatkan Teknologi Digital, Kemenkominfo dan Muslimah Nganjuk Gelar Diskusi Literasi Digital

Memontum Nganjuk – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Siberkreasi dan Muslimah Nganjuk akan menggelar diskusi literasi digital di Balai Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Minggu (12/02/2023) besok, mulai pukul 08.00 WIB.

Diskusi yang dikemas secara offline ini, akan mengusung tema ‘Aktivitas Dakwah di Ruang Digital’. Tiga pembicara telah bersiap hadir, yakni Ketua Relawan TIK Surabaya, Muhajir Sulthonul Aziz, Dosen STIKOSA AWS Surabaya, Rizky Wulandari dan Dosen Digital Enthusiast, M Adhi Prasnowo, serta dimoderatori Nunuk Ariutaminingtyas.

“Selain tidak dipungut biaya, peserta juga akan mendapatkan e-certificate dari penyelenggara. Peserta silakan datang langsung ke lokasi acara, dan mendaftar melalui https://s.id/daftarmuslimahnganjuk,” tulis Kemenkominfo dalam rilis yang diterima awak media, Sabtu (11/02/2023) tadi.

Terkait tema diskusi, Kemenkominfo menjelaskan, era digital membuka kemungkinan manusia melakukan segala aktivitas melalui media digital. Salah satu aktivitas yang kini banyak memanfaatkan kemajuan teknologi digital itu, yakni dakwah melalui media digital.

Aktivitas berdakwah di ruang digital berkembang seiring dengan banyaknya aplikasi media sosial. Melalui channel YouTube, para pendakwah menyebarkan rekaman aktivitas dakwahnya ke media sosial, seperti Facebook, Instagram hingga aplikasi percakapan.

Advertisement

“Tidak sedikit pendakwah yang kini telah memanfaatkan media digital untuk melakukan dakwah. Selain menjadi alat penangkal radikalisme, media sosial bisa menjadi ’ladang amal’, karena mengajak kepada kebaikan,” lanjut Kemenkominfo.

Baca juga:

Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif dan aman itulah, Kemenkominfo bersama Siberkreasi dan mitra jejaring, tahun ini kembali menggelar Program Literasi Digital di seluruh provinsi di Indonesia. Jawa Timur, salah satunya.

Kemenkominfo menambahkan, dengan mengangkat tema dakwah di ruang digital, diharapkan mampu menjadi konter terhadap dampak negatif dan pengaruh buruk atas media sosial. Di antaranya, konten yang melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan, dan pencemaran nama baik, penyebaran hoaks, ujaran kebencian maupun permusuhan berdasarkan sara.

Program Literasi Digital 2023 itu sendiri merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Dalam setiap diskusi atau webinar #MakinCakapDigital yang digelar, tema selalu dibahas dari sudut pandang empat pilar utama. Yakni, kecakapan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Tujuannya, membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Dari sudut pandang budaya digital, literasi digital diharapkan mampu menjadi penangkal di tengah problem banyaknya figur pendakwah yang memiliki paradigma dan sikap keberagaman sosial yang eksklusif, intoleran, bahkan radikal. ”Ideologi Pancasila harus menjadi acuan utama,” jelas Kemenkominfo.

Advertisement

Literasi digital adalah sebuah keniscayaan untuk membentengi warganet dari dampak-dampak negatif internet. Saat ini terdapat setidaknya 196,7 juta warganet di Indonesia. Potensi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 124 miliar dolar AS pada 2025 mendatang.

Upaya meningkatkan literasi digital nasional yang diawaki Kemenkominfo telah mendapatkan penghargaan internasional World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020. GNLD Siberkreasi dinobatkan sebagai Winner dari Action Lines WSIS C4 Capacity Building yang terkait dengan pemenuhan tujuan SDGs Goal 4, Quality Education.

Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi untuk inisiatif teknologi informasi dan komunikasi di tingkat global dari International Telecommunication Union (ITU) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tahun 2022 lalu, kegiatan literasi digital mampu mengangkat Indeks Literasi Digital masyarakat Indonesia sebesar nol koma nol lima poin. ”Hasil survei Indeks Literasi Digital Kominfo 2022 terdapat peningkatan sekitar nol koma nol lima poin. Dari sebelumnya 3,49 sekarang sudah mencapai 3,54 angka agregat,” jelas Kemenkominfo. (kom/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas